Perbankan Diharapkan Bisa Mendorong Perkembangan Usaha Mikro di Aceh


Banda Aceh, Gatra.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, pembangunan Aceh harus dilakukan dengan investasi dan kekuatan sendiri dengan mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Artinya, pengembangan dunia usaha yang dijalankan masyarakat Aceh harus dikedepankan sehingga investasi skala mikro, kecil dan menengah bisa berkembang di Aceh,” kata Nova saat meresmikan Kantor Pusat Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Sukamakmur, di Banda Aceh, Selasa (5/02).

Ia juga menyatakan, pihaknya sangat yakin, apabila usaha kecil menengah ini berkembang maka pembagunan akan tumbuh pesat.

“Bukan investasi miliaran dolar yang menggantung di langit. Mana penanaman modal asing yang sudah berjalan di Aceh,” ungkap Plt Gubernur Aceh ini.

Untuk itu, Nova berharap perbankan di Aceh apalagi milik pemerintah Aceh seperti BPR Mustaqim harus menjadi tulang punggung untuk membesarkan usaha rakyat yang skalanya mikro, kecil, dan menengah.

"Jangan keluar dari wilayah pembiayaan keuangan skala mikro, kecil dan menengah. BPR Mustaqim adalah tulang punggung dunia usaha dan bisnis di Aceh," kata Nova.

Tanpa jasa keuangan, kata dia, pengusaha sekecil apa pun akan sulit untuk bangkit. Karenanya, dukungan keuangan dari perbankan menjadi syarat mutlak. “Perbankan harus selalu menjadi pendamping bagi pengusaha kita untuk memulai investasi dengan kekuatan sendiri,” jelasnya.

Dikatakannya, BPR Mustaqim Sukamakmur harus sudah sejajar dengan bank lain yang sudah mapan. “Tidak ada alasan, untuk merasa lebih kecil. Dalam waktu dekat, setidaknya BPR Mustaqim bisa sama dan sejajar dengan Bank Aceh Syariah,”paparnya.

Untuk mencapai langkah itu, sebut Nova, BPR Mustaqim disebut akan mengikuti langkah Bank Aceh yaitu menjadi perbankan syariah.

Selain itu, ujar Nova, BPR Mustaqim adalah salah satu perbankan daerah yang kinerjanya sangat baik. Ia meminta agar kinerja tersebut untuk terus ditingkatkan. Apalagi kinerja perbankan yang tidak kuantitatif. “Yang berprestasi mendapat award. Jika tidak pastinya tidak mendapat apresiasi. Promosi pasti bagi yang berprestasi,”kata Nova.

Selain itu, ujar dia, Sumber Daya Manusia harus terus ditingkatkan seperti pemberian akses pendidikan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan. “Dengan wujud yang kecil, BPR Mustaqim ini kita harap bisa muncul seperti raksasa,” ujar Nova.

Sementara itu, Komisaris BPR Mustaqim, Azhari mengatakan, BPR Mustaqim merupakan salah satu perusahaan daerah yang modalnya 100 persen milik pemerintah Aceh.

Sampai saat ini, sebut dia, BPR terbesar di Aceh itu mempunyai aset 158 miliar. Selain itu, bank tersebut hingga hari ini mempunyai 24 jaringan kantor. Satu di antaranya merupakan kantor pusat non operasional dan satu kantor operasional. Sementara 8 kantor kas serta 14 kantor cabang yang salah satunya berada di Lampuyang Pulo Aceh.

Dengan adanya kantor pusat ini bisa menjadi spirit bagi karyawan dan manajemen bank untuk memberikan kontribusi terbaik dalam memberikan pelayanan lebih luas. "Juga untuk memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat khususnya masyarakat kecil dan menengah,” pungkas Azhari.

Sumber: Gantra

TOP