Sejarah Sejarah

Tahun 1984 - Sejarah pembentukan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat milik pemerintah daerah diawali dengan pembentukan Lembaga Kredit Kecamatan (LKK) di 19 (sembilan belas) kecamatan yang tersebar di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh Nomor 412.21/22/1984 tanggal 24 Januari 1984 tentang Pembentukan Lembaga Kredit Kecamatan (LKK) Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
Tahun 1999 - Pada perkembangan selanjutnya, bentuk LKK ini diubah menjadi Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) dengan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh Nomor 7 Tahun 1995 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) di Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Pembentukan PD BPR dari LKK ini telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia dengan Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 32/64/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999.
Tahun 2008 - Dalam perjalanannya selama hampir 9 (sembilan) tahun perusahaan tidak menunjukkan usaha yang maksimal dan berujung pada dihentikannya operasional dan ditambah lagi dengan kondisi konflik dan bencana tsunami Aceh pada Desember 2004, sehingga pemegang saham memutuskan melakukan merger pada tahun 2008. Dengan memperhatikan kondisi bank yang sangat tidak sehat, pemegang saham pengendali memandang perlu untuk melakukan penggabungan (merger) terhadap BPR yang ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam guna perbaikan kondisi kesehatan PD BPR secara struktural dan menyeluruh agar mampu berperan secara optimal dalam menunjang perekonomian daerah. Untuk itu, dengan Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 62 Tahun 2007 (setara Perubahan Anggaran Dasar) dan Persetujuan Prinsip DPRD Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor: 580/4.034 tanggal 15 November 2006 serta Akta Notaris Teuku Irwansyah, SH Nomor 113 tanggal 31 Oktober 2007, maka dilakukan merger terhadap 12 (dua belas) BPR di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang meliputi : PD BPRM Sukamakmur, PD BPRM Lhoong, PD BPRM Kaway XVI, PD BPRM Seunagan, PD BPRM Kuala Batee, PD BPRM Kluet Utara, PD BPRM Tangan-tangan, PD BPRM Blangkejeren, PD BPRM Lawe Alas, PD BPRM Meuraxa, PD BPRM Seulimum dan PD BPRM Kuala menjadi PD BPR Mustaqim Sukamakmur. Penggabungan (merger) ini telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia dengan Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia Nomor 10/4/KEP.DpG/2008 tanggal 15 April 2008.

Tentang Tentang

Fokus Utama PD. BPR Mustaqim Sukamakmur pada tahun 2017 adalah melakukan percepatan proses perubahan kegiatan usaha dari sistem Konvensional menjadi sistem Syariah (Konversi) sekaligus melakukan perubahan bentuk badan hukum dan nama Bank sesuai Qanun No.5 Tahun 2015 tentang "Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Mustaqim Sukamakmur menjadi Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Mustaqim Aceh." BPR Mustaqim milik Pemerintah Aceh saat ini konsisten menunjukkan komitmennya dalam membantu UMKM dan mendorong perekonomian masyarakat Aceh. Sebagai Badan Usaha milik Pemerintah Aceh, BPR Mustaqim selalu berkontribusi setiap tahunnya menyetor deviden ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fokus core bisnis Bank adalah penyaluran kredit modal kerja kepada Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). BPR Mustaqim juga telah melakukan terobosan yang pro ekonomi kerakyatan, salah satunya dengan membuka kantor di pulau terpencil dan satu-satunya Bank Perkreditan Rakyat yang berkontribusi aktif di wilayah pantai barat-selatan dengan sistem transaksi online system keseluruh unit kerja yang ada di Aceh.

Fungsi Fungsi

BPR Mustaqim milik Pemerintah Aceh saat ini konsisten menunjukkan komitmennya dalam membantu UMKM dan mendorong perekonomian masyarakat Aceh. Sebagai Badan Usaha milik Pemerintah Aceh, BPR Mustaqim selalu berkontribusi setiap tahunnya menyetor deviden ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fokus core bisnis Bank adalah penyaluran kredit modal kerja kepada Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). BPR Mustaqim juga telah melakukan terobosan yang pro ekonomi kerakyatan, salah satunya dengan membuka kantor di pulau terpencil dan satu-satunya Bank Perkreditan Rakyat yang berkontribusi aktif di wilayah pantai barat-selatan dengan sistem transaksi online system keseluruh unit kerja yang ada di Aceh.


Laporan Publikasi BPR Mustaqim (Konvensional)